SHALAT TATHAWWU’ ( SHALAT SUNNAH )
Perlu kita ketahui muslimah bahwa kita mempunyai kekurangan dalam menunaikann ibadah shalat fardhu, maka dengan amalan shalat tathawwu’ (sunnah) yang kita kerjakan akan dilihat untuk menyempurnakan kekurangan dari shalat fardhu yang kita kerjakan.
Amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda :
“Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil, tetapi jika shalatnya rusak, sungguh dia telah rugi dan menyesal. Kemudian jika ada kekurangan dalam shalat fardhunya, Rabb Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah, apakah hamba-Ku mempunyai amalan shalat tathawwu’?’ Kemudian shalat fardhunya yang kurang itu disempurnakan dengan shalat tathawwu’nya. Kemudian seluruh amal yang lainnya pun seperti itu.”
Maka perlu kita sadari muslimah ketika kita mengetahui bahwa shalat itu yang pertama kali dihisab dan kita mempunyai kekurangan dalam menunaikan shalat fardhu, maka kita perlu mempelajari shalat-shalat tathawwu’(sunnah) dan hal hal yang disunnahkan didalamnya.
Dan berikut macam-macam shalat tathawwu’(sunnah)
A. Shalat Sunnah Rawatib
1. Shalat Qabliyah Subuh
Shalat sunnah dua rakaat sebelum shalat subuh. Shalat sunnah mu’akkadah yaitu shalat sunnah yang paling ditekankan.
2. Shalat Qabliyah Zhuhur
Empat atau dua rakaat shalat sunnah. Shalat yang dilakukan sebelum zhuhur.
3. Shalat Ba’diyah Zhuhur
Shalat sunnah dua rakaat sesudah shalat Zhuhur.
4. Shalat Qabliyah ‘Ashar
Dua atau empat rakaat shalat sunnah. Berdasarkan sabda beliau SAW :
“Di antara setiap dua adzan ada shalat (sunnah)... bagi siapa yang menghendakinya”
5. Shalat Ba’diyah ‘Ashar
Dua rakaat shalat sunnah. Diriwayatkan dari ‘Aisyah ia berkata, “Nabi SAW sama sekali tidak pernah meninggalkan dua sujud (dua rakaat) setelah (shalat) ‘Ashar ketika beliau berada di tempatku.”
Sebagian ulama menyebutkan bahwa hal ini hanya khusus bagi Nabi SAW. Akan tetapi, tidak ada dalil yang menunjukkannya, sedangkan menurut hukum asal setiap perbuatan beliau SAW boleh dicontoh.
6. Shalat Qabliyah Maghrib
Dua rakaat shalat sunnah sebelum shalat maghrib.
7. Shalat Ba’diyah Maghrib
Dua rakaat shalat sunnah sesudah shalat maghrib.
8. Shalat Qabliyah dan Ba’diyah ‘Isya’
Dua rakaat shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat maghrib.
B. Shalat Sunnah Ghairu Rawatib
1. Shalat Witir
Shalat Witir adalah shalat sunnah mu’akkadah (yang ditekankan) setiap malam
2. Qiyamul lail (Shalat Malam/Tahajjud)
Qiyamul lail adaalh Sunnah yang dianjurkan, syi’ar orang-orang shalih, dan salah satu sifat khusus orang-orang bertakwa.
3. Shalat Dhuha
Shalat Dhuha adalah ibadah sunnah dan disebut pula shalat Awwabin. Shalat ini setara dengan memberikan sedekah untuk semua persendian seseorang.
4. Shalat Istikharah
Jika engkau hendak melakukan suatu urusan yang dibolehkan, sedangkan engkau belum bisa
5. Shalat Sunnah Setelah wudhu
Jika engkau berwudhu, disunnahkan setelahnya menerjakan shalat dua rakaat atau lebih. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah R.A bahwa Nabi SAW bertanya kepada Bilal ketika shalat subuh, “Wahai Bilal, beritahukan kepadaku amal apa yang paling banyak engkau harapkan pahalnya dalam islam ? Sungguh aku mendengar hentakan suara kedua sandalmu dihadapanku di surga”. Bilal menjawab, “Amalan yang paling banyak aku harapkan pahalanya bahwa aku tidaklah berwudhu, baik pada malam atau siang hari kecuali aku mengerjakan shalat dengan wudhu itu sebanyak apa yang telah ditetapkan untukku.”
6. Shalat Tahiyyatul Masjid
Jika engkau memasuki masjid, disunnahkan mengerjakan shalat dua rakaat sebelum duduk. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Qatadah bahwa Nabi SAW bersabda:
“jika salah seorang diantara kalian masuk masjid,janganlah ia duduk sebelum mengerjakan shalat dua rakaat.”
7. Shalat Taubat Bagi Orang yang Melakukan Dosa
Orang yang tergelincir dan melakukan perbuatan dosa dan tidak ada seorang pun yang selamat dari perbuatan dosa, hendaknya segera bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala.
8. Shalat Setelah Thawaf di Ka’bah
Disebutkan secara shahih dalam hadits Jabir tentang kisah hajinya Nabi Saw bahwa beliau mengerjakan shalat dua rakaat setelah melakukan thawaf di belakang Maqam ibrahim.
9. Shalat Kusuf
Ketahuilah wahai saudariku muslimah, gerhana matahari dan gerhana bulan termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah. Karena itu, jika engkau melihatnya, segeralah berdzikir kepada Allah, berdo’a kepada-Nya, memohon ampunan kepada-Nya, bertakbir mengagungkan-Nya, dan bersedekah. Dalam hadits yang diriwiyatkan dari ‘Aisyah disebutkan bahwa Nabi Saw bersabda tentang gerhana matahari dan bulan : “ jika kalian melihatnya, berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah...”
10. Shalat Istisqa’
Apabila hujan tak kunjung turun dan tanah menjadi kering, maka orang-orang disunnahkan keluar menuju tanah lapang untuk melaksanakan shalat Istisqa’(meminta hujan).
Demikian pembahasan mengenai shalat sunnah, dan masih banyak lagi pembahasan mengenai ini secara rinci, semoga bisa membahsanya di kemudian hari.
Semoga artikel ini bermanfaat, tetap istiqamah dalam kebaikan dan kita senantiasa melaksanakan sunnah-sunnah yang telah diajarkan oleh Rosul saw.
Comments
Post a Comment